UNDANG-UNDANG

Search

Update News

Indra Fardan. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Landasan Laboratorium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Landasan Laboratorium. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 November 2010

Pengencer darah





















CARA MENGGUNAKAN MICROPIPET



Mikropipet (micropipet) adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil secara akurat. Penggunaan pipet gelas seperti pipet ukur dan pipet gondok tidak mempunyai akurasi yang tinggi untuk volume kurang dari 1 ml. Sehingga pada pemindahan cairan dengan volume kecil kurang dari 1000 microliter, orang cenderung menggunakan mikropipet, biasa juga disebut dengan pipet otomatis. Pipet otomatis ini mempunyai akuraritas dan presisi yang lebih baik dari pada pipet gelas. Disamping itu setiap pipet dapat diset berapapun volumenya selama dalam range volume pipet. Ada beberapa macam merek mikropipet yang beredar dipasaran seperti Gilson, Pipetman, dll.


Meskipun produk mikropipet telah dirancang akurat dan presisi oleh pabriknya, alat tersebut tetap harus dikalibrasi jika digunakan untuk laboratorium yang terakreditasi.

Ada beberapa macam mikropipet yang biasa dipakai di laboratorium, seperti misalnya merk Gilson ada tertulis P20, P200 dan P1000 pada kepala pipet.



P20 dimaksudkan untuk memipet larutan pada volume antara 2 - 20 ul

P200 untuk memipet larutan pada volume antara 20 – 200 ul

P1000 untuk memipet larutan pada volume antara 100 – 1000 ul


Bagian-bagian dari mikropipet terdiri dari Automatic Pipettor dan Pipette tips. Automatic Pipettor berfungsi untuk memompa cairan yang akan dipindahkan dengan volume yang telah diset, sedang Pipette tips merupakan pasangan mikropipet yang berfungsi untuk menampung cairan yang dipompa.




Ada beberapa tahapan untuk mengoperasikan mikropipet secara benar yang antara lain :

  1. Set volume
  2. Pasang tip disposable
  3. Tekan penyedot sampai pembatas pertama
  4. Masukkan tip ke sampel
  5. Ambil sampel
  6. Tahan
  7. Tarik tip
  8. Keluarkan sampel
  9. Tarik pipet
  10. Lepaskan tekanan penyedot
  11. Lepaskan tip

Nah, berikut ini saya uraian lengkapnya :

Tahap 1 : Atur volume dengan cara memutar knop pengatur volume, saya contohkan begini...

Tahap 2 : Pasanglah tip disposable yang telah tertata pada wadah dengan cara menancapkan ujung mikropipet seperti gambar di samping kanan.


Tahap 3 : Tekan penyedot pipet sampai pada batas pertama.








Tahap 4 : Benamkan tip kedalam cairan yang akan dipindahkan.


Tahap 5 : Pengambilan sampel

Untuk mengambil sampel ke dalam tip, jagalah tekanan balik berjalan secara perlahan dan halus sampai penuh ke posisi sebelum penyedotan. Jangan birakan penyedot bergerak cepat dan tiba-tiba. Biarkan tip tetap dibawah permukaan sampel selama pengambilan.

Tahap 6 : Berhenti sesaat

Tunggu sesaat untuk memastikan seluruh sampel yang disedot sudah mengisi tip.

* Tunggu lebih lama lagi untuk pengambilan volume yang lebih besar.

* Tunggu lebih lama untuk sampel yang mempunyai viskositas yang lebih besar.










Cara menghilangkan
cairan menempel
yang benar













Cara menghilangkan
cairan menempel
yang salah





Tahap 7 : Penarikan tip dari sampel

Pindahkan tip dari cairan sampel. Perlu diperhatikan : tidak boleh ada cairan tertinggal di bagian luar tip dan lap/usap butiran cairan di luar dengan tissue, tetapi hanya dari bagian samping saja. Jangan sentuhkan tissue pada bagian bawah/ujung tip.

Tahap 8 : Pengeluaran Sampel

Untuk mengeluarkan sampel dari pipet caranya sebagai berikut :

  1. Sentuhkan tip pada dinding wadah penampung sampel.
  2. Tekan penyedot sampai pembatas pertama.
  3. Tahan paling tidak 1 detik, 1-2 detik untuk P-1000, 2-3 detik untuk P-5000 atau lebih lama untuk sampel yang mempunyai viskositas yang lebih tinggi.
  4. Tekan penyedot ke pembatas kedua untuk mengeluarkan sisa-sisa cairan.


Mulai mengeluarkan Pembatas 1 Pembatas 2


Tahap 9 : Penarikan pipet

Dengan penyedot masih dalam posisi tertekan tarik pipet dari wadah penampung sampel dengan terus menempelkan tip didinding wadah khususnya ketika pemipetan dalam jumlah kecil.

Tahap 10 : Melepaskan tekanan penyedot

Secara pelan-pelan biarkan penyedot kembalia pada posisi UP. Jangan biarkan tertekan kembali.









Tahap 11 : Melepas tip lepaskan tip dengan cara menekan ejector seperti gambar.

Akurasi dan Presisi

Akurasi maksudnya kedekatan volume yang di keluarkan terhadap volume yang diset di pipet. Akurasi ini ditunjukkan

dari angka rata-rata eror, penyimpangan pengukuran berulang terhadap volume yang diset.

Sedang presisi adalah reprodusibiliti pengukuran individual untuk volume yang sama. Presisi ditunjukkan oleh standar deviasi (SD).

Akurasi relatif secara umum adalah 1% atau kurang, sedang presisi kurang dari 0,5 % kecuali digunakan volume terkecil yang dianjurkan dari model.

Gunakan mikropipet yang sesuai dengan volume yang akan diukur/dipipet. Menggunakan pipet dibawah volume yang dianjurkan akan menghasilkan kesalahan yang lebih besar.

Untuk mendapatkan reprodusibilitas optimal ikuti saran sebagai berikut :

  1. Konsisten dalam KECEPATAN dan KEHALUSAN saat menekan dan melepaskan penyedot.
  2. Tekanan yang konsisten dalam penekanan penyedot pada pembatas pertama.
  3. Kedalaman penyedotan yang cukup dan konsisten.
  4. Posisi pemipetan hampir vertikal.
  5. Jangan sampai ada gelembung udara.
  6. Jangan pernah meninggalkan pipet pada posisi mendatar apalagi terbalik saat tip terisi sampel.

Dengan demikian, jika Anda bekerja dengan mikropipet akan memperoleh hasil yang akurat, presisi dan alat tidak mudah rusak.

Pengejer Larutan Laboratorium Klinik

PENGENCERAN LARUTAN

Larutan didefinisikan sebagai campuran yang homogen antara 2 macam zat ataupun lebih. Larutan terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Umumnya zat terlarut jumlahnya lebih sedikit dibanding pelarut. Sedangkan pelarut bisa berupa air ataupun cairan organic seperti metanol, etanol, aseton dan lain-lain.
Pengenceran pada prinsipnya hanya menambahkan pelarut saja, sehingga jumlah mol zat terlarut sebelum pengenceran sama dengan jumlah mol zat terlarut sesudah pengenceran. Dengan kata lain jumlah mmol zat terlarut sebelum pengenceran sama dengan jumlah mmol zat terlarut sesudah penegenceran atau jumlah gr zat terlarut sebelum pengenceran sama dengan jumlah gr zat terlarut sesudah pengenceran.
Rumus sederhana pengenceran sebagai berikut :

M1V1 = M2V2

M1 = Molaritas larutan sebelum pelarutan
V1 = Volume larutan sebelum pelarutan
M2 = Molaritas larutan sesudah pelarutan
V2 = Volume Molaritas larutan sesudah pelarutan
Misal jika kita akan membuat 500 ml HCl 2 M menggunakan HCl 4 M maka penggunaan rumus pengencerannya adalah 4 M x V1 = 2 M x 500 ml


maka V1 = 250 ml, artinya ambil HCl 4 M sebanyak 250 ml addkan dengan air hingga 500 ml. Sedang pada praktek pengencerannya : masukkan air dulu sebanyak kurang dari 250 ml baru ditambahkan 250 ml HCl 4 M lalu tinggal diaddkan dengan air hingga batas labu takar 500 ml. Praktek perlakuan seperti ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan letupan untuk pengenceran asam pekat.


Prinsip Cara Mengencerkan

  1. Lakukan perhitungan pengenceran
  2. Masukan larutan pekat ke labu takar (dengan pemipetan)
  3. Tambahkan pelarut sampai leher labu takar
  4. Gojok hingga homogen
  5. Tambahkan pelarut sampai batas
  6. Tutup dan gojok lagi

Alat Pengenceran


Labu takar berbagai ukuran


Cara pengenceran larutan bisa menggunakan alat pipet atau labu takar. Penggunaan labu takar akan lebih tepat dalam penaraan volume. Bila menggunakan labu takar, rawat alat dengan cara mencuci dengan sabun lunak dan bilas dengan air kran diikuti akuades. Kemudian biarkan kering sebelum digunakan kembali. Pengeringan labu takar jangan didalam oven.

Pembacaan Miniskus

  1. Letakkan labu takar pada tempat datar
  2. Posisi mata sejajar dengan tanda batas
  3. Untuk bentuk cekung, batas bawah cekungan tepat pada garis batas (misal air)
  4. Untuk cembung, batas atas cembungan tepat pada garis batas (misal Hg)









Beberapa satuan konsentrasi


Jika membuat campuran konsentrasi yang berbeda, rumusnya seperti ini :

  • Fraksi mol (X) : perbandingan jumlah mol suatu zat dalam larutan terhadap jumlah mol seluruh zat dalam larutan.
  • Kemolaran (M) : jumlah mol zat terlarut dalam per liter larutan.
  • Kemolalan (m) : jumlah mol zat terlarut dalam per 1000 gram penaraan bobot pelarut.
  • Kenormalan (N) : jumlah grek zat terlarut dalam perlliter larutan.
  • Persentase (%) : jumlah gram zat terlarut dalam tiap 100 ml larutan atau 100 gr penaraan bobot.

Untuk persentase, rumus perhitungan begini :


gram zat terlarut x 100 %
% = ------------------------------
gram larutan

(jika satuannya % b/b) ; (baca : persen berat per berat)

macam satuan persen lain :


% b/v (berat per volume)
% v/b (volume per berat)
% v/v (volume per volume)


X = mol suatu zat : mol seluruh zat
M = mol : liter = mmol : ml
M = (1000 : p) X (gram : BM)
N = grek : liter = mgrek : ml
Grek = mol x jumlah H+ atau OH-

Larutan Elektrolit


Definisinya adalah suatu zat yang jika dilarutkan ke dalam air akan terurai menjadi ion-ion (terionisasi) sehingga dapat menghantarkan listrik.


Elektrolit kuat akan terurai seluruh zat menjadi ion-ion (terionisasi sempurna) sedang elektrolit lemah tidak mampu menguraikan seluruh zat dalam air menjadi ion-ion artinya hanya terionisasi sebagian saja.


Contoh elektrolit kuat antara lain asam-asam kuat ( asam halogen, HNO3, H2SO4 ), basa-basa kuat ( basa alkali, Sr(OH)2, Ba(OH)2 ). Untuk bentuk garam, hampir semuanya merupakan elektrolit kuat. Salah satu ciri dari elektrolit kuat adalah mempunyai reaksi berkesudahan (berlangsung sempurna ke arah kanan).
Sedang untuk elektrolit lemah contohnya adalah asam-asam lemah, basa-basa lemah. Untuk garam yang tergolong elektrolit lemah adalah garam merkuri (II). Elektrolit lemah mempunyai reaksinya kesetimbangan (elektrolit hanya terionisasi sebagian).


V1 M1 + V2M2
M camp = -------------------
V1 + V2

Trace








Flag Counter